Waktu sore sering menjadi jembatan antara aktivitas dan istirahat. Dengan ritual sore yang ringan, hari dapat dilepaskan secara perlahan tanpa rasa terburu-buru. Ritual ini bukan kewajiban, melainkan undangan untuk berhenti sejenak.
Aktivitas sederhana seperti merapikan ruang dengan santai, mengganti pakaian ke sesuatu yang lebih nyaman, atau duduk tanpa gangguan membantu menciptakan jeda yang jelas. Jeda ini memberi sinyal bahwa hari kerja telah berakhir.
Ritual sore juga bisa berupa momen pribadi yang tenang. Menikmati cahaya senja, menulis catatan ringan, atau sekadar diam beberapa menit membantu mengendapkan hari tanpa harus memikirkannya kembali.
Dengan ritual sore yang lembut, malam terasa lebih mudah diterima. Hari tidak ditinggalkan secara tiba-tiba, melainkan dilepas dengan penuh perhatian dan ketenangan.